Jesus Comes From Heaven
May 31, 2010
INILAH KABAR BAIK ITU
Namun kelihatannya tidak semua manusia mengkaryakan akal budinya secara maksimal. Dengan gampang dapat kita temukan orang-orang yang mempercayai hal-hal yang tidak difahami tanpa disadari bahwa ada resiko dalam mengimani sesuatu, mengingat pernyataan raja Salomo dalam kitab Amsal 14:12
"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
Jika seseorang karena dilahirkan dalam keluarga yang telah beragama tertentu hanya sekedar meneruskan iman leluhurnya, maka sesungguhnya ia telah mengambil resiko tanpa berpikir.
Mungkinkah semua agama menghantar penganutnya ke Surga? Tidak mungkin! Jika A tidak sama dengan B, dan A,
B juga tidak sama dengan C, dan A, B, C tidak sama dengan D, maka hanya ada dua kemungkinan yaitu salah satunya benar atau semuanya salah.
Bahwa hanya satu Allah yang menciptakan alam semesta adalah benar. Tetapi Allah yang satu itu tidak mungkin mengeluarkan firman yang berbeda-beda. Karena ada banyak kitab yang menyatakan diri atau dinyatakan oleh umatnya sebagai firman Allah padahal mereka saling bertentangan, maka akal sehat kita memberitahukan kita bahwa hanya ada dua kemungkinan, yaitu semuanya salah atau salah satunya benar. Oleh sebab fakta di atas, maka baiklah setiap orang memutuskan untuk dirinya, tanpa merasa dipaksa oleh siapapun agar ia ke Surga atau Neraka nanti adalah hasil keputusannya sendiri.
Sangatlah tidak enak untuk mengatakan bahwa seseorang itu bodoh, namun jika ada orang yang tanpa berpikir atau menyelidiki, telah ikut-ikutan menganut sebuah agama, maka orang tersebut dapat dikatakan tidak menjalankan akal-budinya. Adalah wajar jika pembaca bertanya, "apakah perbedaan antara Alkitab dengan kitab-kitab lain yang mengatakan dirinya juga firman Allah?" Jawabnya, bedanya banyak sekali.
1. Alkitab adalah kitab kebenaran sebagaimana ia dituliskan oleh Allah yang maha benar melalui para nabi dan rasul. Tidak ada satu kesalahan pun ditemukan di dalam Alkitab dalam bahasa dan tulisan aslinya. Silakan periksa, kalau menemukan kesalahan kirimkan kepada saya.
2. Alkitab adalah kitab penuntun moral yang tertinggi sebagaimana ia difirmankan oleh Allah yang maha kudus. Hanya di dalam Alkitab ada pengajaran bahwa suami hanya boleh beristri satu dan perempuan hanya boleh bersuami satu. Injil Matius 7:12 mengajarkan: Segala sesuatu yang kamukehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
3. Alkitab adalah kitab nubuatan sebagaimana ia difirmankan oleh Allah yang maha tahu. Bernubuat artinya mengatakan sesuatu yang belum terjadi. Hanya Alkitab sajalah yang menuliskan kejadian dari penciptaan hingga pemusnahan alam semesta. Kalau bukan Allah yang maha tahu, tidak mungkin manusia mengetahui hal-hal yang akan terjadi ratusan bahkan ribuan tahun kemudian.
Sesungguhnya masih ada banyak alasan lagi bagi seseorang untuk mempercayai Alkitab, namun saya kira tiga alasan di atas telah lebih dari cukup untuk memuaskan akal sehat kita.
Apakah Perbedaan Isi Alkitab Dengan Kitab Yang Lain?
Hampir semua kitab lain mengajarkan bahwa jika manusia ingin masuk Surga ia harus berusaha melakukan sesuatu yang baik. Prinsip yang mereka kemukakan ialah bahwa masuk Surga itu bukan hal yang gampang, melainkan hasil perjuangan yang amat berat.
Alkitab mengatakan hal yang sama sekali berbeda, bahkan bertolak belakang. Alkitab mengatakan:
1. Bahwa sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka semua manusia mendapat status sebagai manusia berdosa serta mewarisi sifat cenderung berbuat dosa (Rom.3:10).
2. Bahwa dosa tidak dapat dihapuskan dengan perbuatan baik manusia (amal dan ibadah), melainkan diselesaikan dengan menjalani hukuman (Rom.6:23). Dosa manusia hanya dapat diselesaikan melalui hukuman. Hukuman untuk dosa ialah mati (maut).
3. Bahwa Allah berencana menyelamatkan manusia dengan menjelma menjadi manusia untuk menanggung hukuman dosa manusia. Sebelum rencana itu dilaksanakan, Ia memerintahkan suatu ibadah simbolik, yaitu mengambil seekor domba dan menyembelihnya sebagai domba korban. Artinya, manusia yang berdosa, dombanya sebagai korban untuk menanggung dosa manusia itu. Ibadah itu sendiri tidak menghapuskan dosa, melainkan iman kepada Penyelamat yang akan diutus Allah yang disimbolkan oleh domba itulah yang menghapuskan dosa (I Pet.1:18-19).
4. Alkitab juga memberitahukan bahwa kemudian Yesus (Juruselamat) dilahirkan oleh Roh Allah melalui seorang perawan. Ia adalah pribadi Allah yang menghampakan diri menjadi manusia yang siap menerima hukuman untuk
menggantikan manusia. Itulah sebabnya ia tidak melawan ketika disalibkan. Ia dihukumkan sebagai pengganti semua manusia (Ibr.2:9, I Yoh.2:2)
5. Selanjutnya tidak ada satu orang pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus (Yoh.14:6). Karena ketika seseorang bertobat dan percaya kepadaNya, secara iman dosa orang tersebut telah diperhitungkan Allah tertang- gung kepadaNya yang dihukumkan bagi dosa semua manusia (II Kor 5.23, I Pet 2:23). Setiap manusia yang hidup sebelum penyalibanNya akan masuk Surga kalau mereka percaya kepada Juruselamat yang akan dihukum- kan bagi mereka, dan setiap manusia yang hidup sesudah penyalibanya akan masuk Surga kalau mereka percaya kepada Juruselamat yang telah dihukumkan bagi mereka.
Pembaca yang saya kasihi, inilah INJIL. Banyak orang tidak tahu bahwa arti kata injil itu ialah KABAR BAIK. Kabar baik apa? Kalau masuk Surga itu melalui usaha manusia, kera- jinan beribadah, kesanggupan menahan atau mengekang diri, itu bukan kabar baik. Tetapi kabar bahwa Yesus telah menanggung semua dosa kita, yaitu dosa yang dulu, sekarang dan yang belum kita perbuat, itu barulah sebuah kabar yang baik. Pada saat kita bertobat dan percaya kepadaNya dengan segenap hati maka semua dosa kita diperhitungkan Allah telah tertanggung ke atas diri Yesus yang tersalib. Masuk Surga itu tidak melalui usaha manusia, melainkan oleh iman kepada Sang Juruselamat.
Inilah yang disebut KABAR BAIK. Kabar yang menggembirakan, hanya melalui bertobat dan percaya saja, tidak melalui amal danibadah.
Kalau semua dosa kita telah diselesaikan berarti kita bisa seenaknya berbuat dosa?! Tidak pembaca, kalau anda telah ber- tobat itu berarti anda menyadari bahwa cara hidup anda yang lalu itu sia-sia bahkan itulah yang telah menyebabkan Yesus menderita dicacimaki, dicambuk, dan digantung di kayu salib. Tegakah seseorang yang telah menyadari bahwa perbuatannya itu telah menyebabkan penderitaan orang yang mengasihinya mengulangi perbuatannya dengan tidak merasa bersalah? Bahkan ketika ucapan kita menyinggung perasaan orang yang sangat mengasihi kita (ayah, ibu, suami, istri, anak), maka kita berusaha untuk tidak mengucapkannya lagi. Seseorang yang bisa dengan leluasa mengulangi dosa-dosanya dengan tidak merasa bersalah adalah orang yang belum bertobat dan belum pecaya kepada Sang Juruselamat. Orang yang telah bertobat dan percaya tetap bisa jatuh ke dalam dosa, namun itu akan menyusahkan hatinya.
INJIL yang artinya KABAR BAIK, itu diperintahkan oleh Sang Juruselamat untuk diberitakan ke seluruh bumi agar semua manusia mendengarnya. Yesus telah menanggung dosa semua manusia. Oleh sebab itu tidak ada masalah bagi bayi yang mati karena dosanya telah ditanggung Yesus. Tetapi bagi yang telah bisa berpikir, telah memiliki kesadaran diri atau akil balik, diperintahkan untuk bertobat dan percaya dengan segenap hati (Mat.4:17, Kis.8:37).
Untuk masuk Surga itu hanya perlu bertobat dan percaya, tidak boleh ditambah dengan siapapun dan apapun. Barang siapa yang menambahkan apapun dan siapapun itu sama dengan tidak percaya dengan segenap hati. Barang siapa yang menambahkan baptisan dan kerajinan beribadah adalah salah. Baptisan, dan kerajinan melayani adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan oleh orang percaya yang telah mendapatkan kepastian masuk Surga. Adalah kesalahan jika seseorang berusaha melakukan semua itu agar bisa masuk Surga. Juga tidak dibenarkan untuk menambahkan dengan percaya kepada siapapun termasuk Maria. Ia adalah manusia biasa yang dipakai untuk melahirkan Roh Allah yang menjadi manusia.
Pembaca, anda telah mendengar INJIL yang dapat memastikan diri anda masuk Surga. Tidak perlu dengan jerih-payah yang diusahakan manusia, melainkan hanya perlu bertobat dan percaya dengan segenap hati kepada Yesus yang diutus Allah. Datang ke gereja untuk bernyanyi mengekspresikan rasa sukacita adalah hal yang sangat indah dan menumbuhkan iman. Menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat Tuhan serta bergiat membantu pelayanan adalah perintah yang harus dilakukan oleh orang yang sudah mendapatkan kepastian masuk Surga. Apalagi kalau bergiat membantu berbagai pelayanan yang berhubungan dengan pemberitaan Injil. Injil perlu didengar oleh sebanyak mungkin manusia. Tetapi ingat, jangan ada orang yang
berpikir untuk masuk Surga dengan perbuatannya. Jangan menyogok Allah dengan amal jariah kita. Segala usaha baik kita itu sampah jika dilihat oleh mata Allah yang maha kudus. Amal kita hanya dapat dibanggakan oleh manusia berdosa yang menyombongkan perbuatannya.
Pembaca telah mendengar INJIL, dan saya telah memberitakannya kepada anda. Bahkan seseorang telah membagikan bacaan ini kepada anda. Anda bisa menolak INJIL ini. Itu berarti anda berkata, "saya tidak membutuhkan anugerah Allah. Seandainya Alkitab salah, melainkan kitab suci lain yang benar, yaitu masuk Surga melalui perbuatan baik manusia, maka orang Kristen juga akan masuk Surga karena perbuatan baik mereka berlimpah-ruah. Tetapi bagaimana kalau Alkitab benar?
Kalau Alkitab benar, maka dengan sedih saya terpaksa memberitahukan bahwa setiap orang yang tidak bertobat serta percaya kepada Sang Juruselamat pasti akan masuk Neraka. Kini keputusan ada di tangan anda. Sebaiknya anda tidak ikut-ikutan dalam beriman, melainkan menyelidiki dan merenungkan tiap-tiap pengajaran yang anda dengar. Hati-hati, jangan sampai setelah di ujung jalan baru berpikir. Saya mohon, jangan mempertaruhkan jiwa anda. Lebih baik katakan kepada Yesus bahwa anda mau bertobat dan mau percaya kepadaNya, mau menerima anugerah Allah yang ditawarkanNya. Katakanlah teman.
DR. Suhento Liauw, dikutip dari: Saya Sudah Memberitahukan Anda
February 4, 2010
SEJARAH ALKITAB

Disadur oleh: Duladi
Diambil dari buku "The Bibel: Fact or Fiction"
oleh: Dr. Robert G. Witty
Setiap buku yang mengklaim mencatat rangkaian peristiwa sejarah yang dapat dipercaya harus menjalani ujian keakuratan mengenai pokok bahasan, waktu, adat istiadat, tempat dan tokoh-tokohnya. Meskipun Alkitab menyampaikan kebenaran rohani, bukan berarti ujian keakuratan sejarah tidak perlu dikenakan kepadanya. Alkitab siap menghadapi ujian ini walaupun ditulis oleh lebih dari 50 penulis dari berbagai macam latar belakang budaya dalam jangka waktu lebih dari 1500 tahun. Jika catatan penulis Alkitab terbukti tidak sesuai dengan fakta sejarah maka kebenaran rohani yang Alkitab ajarkan pun patut dipertanyakan. Akan tetapi, jika catatan penulis Alkitab sesuai dengan fakta sejarah maka ajaran Alkitab pun layak diterima kesahihannya.
Catatan Alkitab terus-menerus menghadapi berbagai ujian berkaitan dengan keakuratan sejarahnya. Orang-orang skeptis dan para arkeolog kerap mempertanyakan hal itu. Namun demikian, Alkitab terbukti memiliki keakuratan sejarah yang unik dan tidak tertandingi oleh kitab-kitab keagamaan lainnya.
Marilah kita terlebih dahulu membahas beberapa contoh arkeologis awal tentang ujian Alkitab dan kesimpulan ilmiah yang dihasilkannya. Sebagai contoh;
-Pada abad kesembilan belas orang-orang skeptis dan para arkeolog menuduh Alkitab membuat pernyataan fiktif ketika menyebutkan bangsa Het karena tak ada satu pun bukti di luar Alkitab tentang bangsa itu. Tetapi setelah tahun 1906, penggalian di Hattushash – yang terbukti sebagai ibukota bangsa Het – mengubah apa yang semula dianggap mitos sebagai kenyataan sejarah yang akurat. Arkeologi mengungkapkan bahwa bangsa Het pemah muncul sebagai bangsa yang kuat. Penggalian tersebut mengesahkan sepenuhnya catatan Alkitab. Sebuah loh batu dari Mesir mencatat pertempuran sengit antara Ramses II dan bangsa Het di Kadesy di Sungai
-Ilmuwan semula menuduh catatan Alkitab tentang Belsyazar sebagai catatan yang salah karena tidak ada catatan selain Alkitab yang menyebutkan raja ini. Akan tetapi, pada tahun 1853 para arkeolog menemukan sebuah prasasti di
Arkeologi terus menguatkan catatan Alkitab. Dr. J.O. Kinnaman menegaskan keakuratan sejarah Alkitab yang menakjubkan ini dengan mengatakan, "Dan ratusan ribu benda purbakala yang ditemukan oleh para arkeolog. tak satu pun yang berlawanan atau menyangkal satu kata, frasa, klausa atau kalimat dalam Alkitab, namun justru selalu menguatkan dan membuktikan fakta catatan Alkitab." Dr. Nelson Glueck, arkeolog Yahudi yang terkenal pada abad kedua puluh, menegaskan keakuratan Alkitab dalam bukunya River in the Desert, dengan mengatakan, "Dapat dikatakan secara tegas bahwa tidak ada penemuan arkeologi yang berlawanan dengan acuan Alkitab. Sekian banyak penemuan arkeologi yang ada meneguhkan, baik secara garis besar maupun secara terperinci, pernyataan historis dalam Alkitab." Seorang penanya yang jujur, yang menyadari panjangnya rentang sejarah yang dicakup oleh catatan Alkitab dan beragamnya penulis Alkitab, tentunya akan semakin takjub oleh keakuratan catatan sejarah Alkitab ini.
Dr. Werner Keller, penulis The Bible in History dan buku bergambar The Bible as History in Pictures, mengevaluasi keakuratan sejarah Alkitab secara menantang: "Sebagai seorang jurnalis, saya telah bertahun-tahun secara khusus memperhatikan hasil-hasil ilmu pengetahuan dan penelitian modem.... Laporan sensasional ini – dan, memang, kalau mengingat pentingnya penemuan ini, tidaklah berlebihan kalau kita menggunakan kata `sensasional' – membangkitkan hasrat dalam diri saya untuk lebih mencermati arkeologi Alkitab, area penyelidikan dunia purba yang yang paling muktahir dan, secara umum, paling jarang dibicarakan. Oleh karena itu, saya memburu bahan bacaan dari Jerman dan negara-negara lainnya untuk mendapatkan kesimpulan yang menyeluruh dan jelas atas hasil-hasil penelitian terdahulu. Saya tidak menemukan apa pun karena memang tidak ada yang bisa ditemukan. Jadi, saya mendatangi secara langsung perpustakaan berbagai negeri – ditolong oleh antusiasme istri saya dalam pekerjaan yang mirip tugas seorang detektif ini – dan mengumpulkan semua hasil penyelidikan ilmiah yang telah dilakukan sampai saat ini sehubungan dengan arkeologi Alkitab."
Hasil penelitian Dr. Keller diterbitkan oleh William Morrow and Company,
Pada tahun 1964 diterbitkan cetakan kelima belas, setelah direvisi sepenuhnya, menjadikannya sumber yang terpercaya. Dr. Keller menutup bagian pendahuluannya dengan menegaskan sumbangan arkeologi dalam mendukung kesahihan catatan Alkitab: "Berdasarkan bukti yang berlimpah-limpah dan telah teruji dengan baik yang tersedia saat ini. saat saya memikirkan kecaman orang skeptis dari abad kedelapan belas dan selanjutnya yang berusaha memusnahkan Alkitab, kalimat ini terus menggema dalam pikiran saya: 'Alkitab itu benar,' akhirnya."
Tahun 1929, saya mendengar Dr. Robert Dick Wilson, profesor Bahasa-bahasa Semitis yang terkenal dari Seminari Teologi Princeton, memberitahu para mahasiswanya, "Saya telah mempelajari semua bahasa yang digunakan oleh bangsa-bangsa yang tercantum dalam Kitab Kejadian. Tidak ada satu pun pernyataan Alkitab yang terbukti salah." Orang-orang skeptis tertantang sewaktu Dr. Wilson menuliskan peneguhannya: "Setelah empat puluh tahun melakukan penelitian ilmiah dalam studi tekstual Alkitab dan dalam kebahasaan, sekarang saya yakin bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki pengetahuan memadai untuk membantah kebenaran Perjanjian Lama. Berdasarkan bukti dokumenter yang memadai untuk melakukan penyelidikan, pernyataan Alkitab, dalam naskah aslinya, lulus dalam ujian tersebut." Peneguhan ini secara singkat menegaskan fakta yang teruji tentang keakuratan unik dari catatan Alkitab. Tidak ada kitab suci lain yang sejajar dengan Alkitab dalam hal keakuratan sejarahnya.
Arkeologi terus meneguhkan keakuratan sejarah Alkitab dengan bukti yang faktual dan eksternal yang dikumpulkan dalam penggalian ilmiah. Arkeologi terus meneguhkan bahwa Alkitab itu unik dalam keakuratan pernyataan sejarahnya. Apa pun bentuk ujian keakuratan tersebut, Alkitab selalu berhasil menunjukkan kesahihannya.
Harry Thomas Frank menulis sebuah buku yang sangat bagus tentang keakuratan Alkitab, berjudul Discovering the Biblical World. la mengatakan, "Jika, misalnya, penemuan kembali kehidupan Timur Tengah kuno menunjukkan bahwa penulis-penulis Alkitab salah baik dalam sejarah yang mereka laporkan maupun mereka mencoba untuk memalsukannya, tak ayal kejujuran pernyataan Alkitab yang lain pun akan dipertanyakan. Tetapi, kenyataannya justru sebaliknya. Penemuan arkeologis tentang kehidupan kuno terus-menerus menunjukkan betapa setianya penulis Alkitab mencatat kejadian pada zamannya. Hal ini menunjukkan bahwa Alkitab sebagai dokumen sejarah utama merupakan penuntun yang dapat dipercaya tentang kejadian dan situasi yang digambarkannya."
Meskipun penegasan ini berasal dari ilmuwan yang sudah meninggal beberapa dasawarsa yang lalu, penggalian arkeologi sejak saat itu menemukan bukti yang semakin banyak dan semakin tepat. Pada kenyataannya, baik arkeolog maupun pakar Alkitab sejak abad yang lalu telah membuat kemajuan yang nyata. Mari kita babas beberapa fakta yang berhubungan dengan keakuratan Alkitab secara historis.
Kita harus sadar bahwa, saat ini, penegasan Alkitab tidak lagi mendominasi penyelidikan arkeologi. Baik universitas maupun masyarakat arkeologi mengkhususkan diri dalam penggalian yang berhubungan dengan berbagai peradaban kuno. Fokusnya pada obyek yang lebih luas daripada informasi seputar Alkitab. Sebagai contoh adalah pernyataan tokoh
Pikirkanlah beberapa contoh berikut ini dari sekian banyak penemuan arkeologis yang meneguhkan keakuratan Alkitab. Yang pertama adalah catatan tentang peristitiwa:
• Tembok kuil Amun meneguhkan serangan raia Mesir, Sisak, terhadap
• Prasasti Mesa meneguhkan perlawanan
• Tembok Istana Sargon II meneguhkan kekalahan Asdod yang dicatat dalam Yesaya 20:1.
• Catatan tentang pemberian jatah makanan yang berlangsung di Babilonia meneguhkan penangkapan Yoyakin yang dicatat dalam 2 Raja-raja 24:15-16; 25:27-30.
• Pembebasan tawanan Yehuda oleh Koresy Agung (mendukung Ezra 1:1-4) diteguhkan oleh Cyrus Cylinder.
Pikirkan juga bagaimana arkeologi telah meneguhkan tempat-tempat berlangsungnya berbagai kejadian yang dicatat dalam Alkitab:
• kuil Baal di Sikhem
• kolam Gibeon, Hesybon dan
• terowongan air di bawah Yerusalem yang digali Raja Hizkia
• istana Raja Belsyazar yang megah di Babilonia
• istana Susan yang megah (dengan kenangan kepada Ester dan Mordekhai)
• pendirian sinagoga di Kapernaum
Pikirkan beberapa tokoh yang diteguhkan oleh arkeologi sehingga Alkitab dan penemuan arkeologis bersesuaian:
• Yehu
• Hazael
• Sargon II
• Esar-haddon
• Merodakh-Baladan
• Darius I
• Herodes Agripa I
•
• Kayafas
Hug Williamson. seorang profesor dari Universitas Oxford, menyatakan bahwa menyangkal "dasar historis" Alkitab adalah suatu hal yang bertentangan dengan akal sehat. Shmuel Ahituv, dari Universitas Ben-Gurion,
Penjelasan tambahan bagi keakuratan Alkitab adalah apa yang tidak terkandung di dalam Alkitab. Berikut ini salah satu contoh yang jelas.
Apakah Kitab Keluaran hanyalah "cerita rakyat" sebagaimana dinyatakan berbagai penyanggah Alkitab belakangan ini? Alan Millard, pakar Bahasa Ibrani dan Bahasa Semit Kuno di Universitas
Saya memang bukan seorang arkeolog, tetapi saya tidak mau menantang konsensus yang dihasilkan melalui penyelidikan sekian lama oleh sarjana Alkitab dan arkeolog. Tanpa kecuali, para ilmuwan menegaskan bukti-bukti arkeologis dan filologis (ilmu bahasa) bahwa catatan sejarah Alkitab itu akurat. Dalam ilmu pengetahuan masa kini, penemuan tersebut memberikan bukti yang berlimpah mengenai keakuratan catatan Alkitab. Bahkan dalam debat dengan orang-orang minimalis, masalahnya tampaknya lebih berfokus pada apa yang dapat mendorong penggalian tambahan, bukannya pada keakuratan faktual dari penemuan yang telah ada.
Penilaian yang adil menuntut penjelasan yang masuk akal tentang keakuratan catatan sejarah umat manusia dalam Alkitab. Bila orang menyangkal Alkitab sebagai Firman Allah, bagaimana mungkin catatan sejarahnya begitu akurat? Tidak seorang pun berani untuk mengusulkan teori khayalan bahwa seorang ilmuwan atau sekelompok ilmuwan yang tidak dikenal telah mengedit catatan Alkitab dan menghilangkan semua kesalahannya. Sejarah tidak mencatat adanya staf editor semacam itu. Tidak ada pula aliran filsafat yang berani mengemukakan teori menggelikan bahwa beragam penulis Alkitab itu, yang menulis dalam rentang waktu yang panjang, memiliki kemampuan tertentu – kemampuan yang tidak dimiliki manusia lain – sehingga mereka dapat tidak melakukan kesalahan sama sekali.
Alternatif apa lagi yang tersedia? Keakuratan sejarah yang unik ini memberikan kesahihan yang unik pada Alkitab.
Pengetahuan tentang peneguhan para ilmuwan berkenaan dengan keakuratan sejarah Alkitab mendorong Dr. W.A. Criswell pada tahun 1969 untuk menegaskan di muka umum secara berani dan tanpa takut akan perlawanan, "Tidak ada seserpih pun bukti arkeologis yang telah ditemukan yang berlawanan dengan Firman Allah."
Dan tetap tidak ada kontradiksi! Pada kenyataannya, dalam artikel utama
Setiap pembaca yang jujur seharusnya bersedia mengajukan pertanyaan penting ini kepada dirinya sendiri: Bila sekian banyak ilmuwan dan ahli arkeologi terkenal selama lebih dari dua abad meneguhkan keakuratan sejarah catatan Alkitab, bagaimana saya secara egois dapat menyatakan bahwa para ahli tersebut tidak benar dan bahwa saya mendapati Alkitab itu penuh dengan kesalahan dan kekeliruan?
