Jesus Comes From Heaven
Showing posts with label keselamatan. Show all posts
Showing posts with label keselamatan. Show all posts
May 31, 2010
INILAH KABAR BAIK ITU
Salah satu hal yang paling kita syukurkan dalam hidup ini ialah diciptakannya kita sebagai manusia yang berakal. Akal itu telah membuat kita bisa berpikir, bahkan memutuskan sesuatu untuk diri kita. Kita juga bisa mengetahui sesuatu bahkan menyelidiki segala sesuatu yang kita ketahui sebelum kita mengambil keputusan untuk mempercayainya. Seharusnya akal budi pada seseorang akan secara otomatis menghindarkan dia dari iman yang buta, yaitu mempercayai sesuatu yang tidak difahaminya. Sebab akal budi akan mendorong seseorang untuk bertanya sebelum ia mempercayai sesuatu.
Namun kelihatannya tidak semua manusia mengkaryakan akal budinya secara maksimal. Dengan gampang dapat kita temukan orang-orang yang mempercayai hal-hal yang tidak difahami tanpa disadari bahwa ada resiko dalam mengimani sesuatu, mengingat pernyataan raja Salomo dalam kitab Amsal 14:12
"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
Jika seseorang karena dilahirkan dalam keluarga yang telah beragama tertentu hanya sekedar meneruskan iman leluhurnya, maka sesungguhnya ia telah mengambil resiko tanpa berpikir.
Mungkinkah semua agama menghantar penganutnya ke Surga? Tidak mungkin! Jika A tidak sama dengan B, dan A,
B juga tidak sama dengan C, dan A, B, C tidak sama dengan D, maka hanya ada dua kemungkinan yaitu salah satunya benar atau semuanya salah.
Bahwa hanya satu Allah yang menciptakan alam semesta adalah benar. Tetapi Allah yang satu itu tidak mungkin mengeluarkan firman yang berbeda-beda. Karena ada banyak kitab yang menyatakan diri atau dinyatakan oleh umatnya sebagai firman Allah padahal mereka saling bertentangan, maka akal sehat kita memberitahukan kita bahwa hanya ada dua kemungkinan, yaitu semuanya salah atau salah satunya benar. Oleh sebab fakta di atas, maka baiklah setiap orang memutuskan untuk dirinya, tanpa merasa dipaksa oleh siapapun agar ia ke Surga atau Neraka nanti adalah hasil keputusannya sendiri.
Sangatlah tidak enak untuk mengatakan bahwa seseorang itu bodoh, namun jika ada orang yang tanpa berpikir atau menyelidiki, telah ikut-ikutan menganut sebuah agama, maka orang tersebut dapat dikatakan tidak menjalankan akal-budinya. Adalah wajar jika pembaca bertanya, "apakah perbedaan antara Alkitab dengan kitab-kitab lain yang mengatakan dirinya juga firman Allah?" Jawabnya, bedanya banyak sekali.
1. Alkitab adalah kitab kebenaran sebagaimana ia dituliskan oleh Allah yang maha benar melalui para nabi dan rasul. Tidak ada satu kesalahan pun ditemukan di dalam Alkitab dalam bahasa dan tulisan aslinya. Silakan periksa, kalau menemukan kesalahan kirimkan kepada saya.
2. Alkitab adalah kitab penuntun moral yang tertinggi sebagaimana ia difirmankan oleh Allah yang maha kudus. Hanya di dalam Alkitab ada pengajaran bahwa suami hanya boleh beristri satu dan perempuan hanya boleh bersuami satu. Injil Matius 7:12 mengajarkan: Segala sesuatu yang kamukehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
3. Alkitab adalah kitab nubuatan sebagaimana ia difirmankan oleh Allah yang maha tahu. Bernubuat artinya mengatakan sesuatu yang belum terjadi. Hanya Alkitab sajalah yang menuliskan kejadian dari penciptaan hingga pemusnahan alam semesta. Kalau bukan Allah yang maha tahu, tidak mungkin manusia mengetahui hal-hal yang akan terjadi ratusan bahkan ribuan tahun kemudian.
Sesungguhnya masih ada banyak alasan lagi bagi seseorang untuk mempercayai Alkitab, namun saya kira tiga alasan di atas telah lebih dari cukup untuk memuaskan akal sehat kita.
Apakah Perbedaan Isi Alkitab Dengan Kitab Yang Lain?
Hampir semua kitab lain mengajarkan bahwa jika manusia ingin masuk Surga ia harus berusaha melakukan sesuatu yang baik. Prinsip yang mereka kemukakan ialah bahwa masuk Surga itu bukan hal yang gampang, melainkan hasil perjuangan yang amat berat.
Alkitab mengatakan hal yang sama sekali berbeda, bahkan bertolak belakang. Alkitab mengatakan:
1. Bahwa sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka semua manusia mendapat status sebagai manusia berdosa serta mewarisi sifat cenderung berbuat dosa (Rom.3:10).
2. Bahwa dosa tidak dapat dihapuskan dengan perbuatan baik manusia (amal dan ibadah), melainkan diselesaikan dengan menjalani hukuman (Rom.6:23). Dosa manusia hanya dapat diselesaikan melalui hukuman. Hukuman untuk dosa ialah mati (maut).
3. Bahwa Allah berencana menyelamatkan manusia dengan menjelma menjadi manusia untuk menanggung hukuman dosa manusia. Sebelum rencana itu dilaksanakan, Ia memerintahkan suatu ibadah simbolik, yaitu mengambil seekor domba dan menyembelihnya sebagai domba korban. Artinya, manusia yang berdosa, dombanya sebagai korban untuk menanggung dosa manusia itu. Ibadah itu sendiri tidak menghapuskan dosa, melainkan iman kepada Penyelamat yang akan diutus Allah yang disimbolkan oleh domba itulah yang menghapuskan dosa (I Pet.1:18-19).
4. Alkitab juga memberitahukan bahwa kemudian Yesus (Juruselamat) dilahirkan oleh Roh Allah melalui seorang perawan. Ia adalah pribadi Allah yang menghampakan diri menjadi manusia yang siap menerima hukuman untuk
menggantikan manusia. Itulah sebabnya ia tidak melawan ketika disalibkan. Ia dihukumkan sebagai pengganti semua manusia (Ibr.2:9, I Yoh.2:2)
5. Selanjutnya tidak ada satu orang pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus (Yoh.14:6). Karena ketika seseorang bertobat dan percaya kepadaNya, secara iman dosa orang tersebut telah diperhitungkan Allah tertang- gung kepadaNya yang dihukumkan bagi dosa semua manusia (II Kor 5.23, I Pet 2:23). Setiap manusia yang hidup sebelum penyalibanNya akan masuk Surga kalau mereka percaya kepada Juruselamat yang akan dihukum- kan bagi mereka, dan setiap manusia yang hidup sesudah penyalibanya akan masuk Surga kalau mereka percaya kepada Juruselamat yang telah dihukumkan bagi mereka.
Pembaca yang saya kasihi, inilah INJIL. Banyak orang tidak tahu bahwa arti kata injil itu ialah KABAR BAIK. Kabar baik apa? Kalau masuk Surga itu melalui usaha manusia, kera- jinan beribadah, kesanggupan menahan atau mengekang diri, itu bukan kabar baik. Tetapi kabar bahwa Yesus telah menanggung semua dosa kita, yaitu dosa yang dulu, sekarang dan yang belum kita perbuat, itu barulah sebuah kabar yang baik. Pada saat kita bertobat dan percaya kepadaNya dengan segenap hati maka semua dosa kita diperhitungkan Allah telah tertanggung ke atas diri Yesus yang tersalib. Masuk Surga itu tidak melalui usaha manusia, melainkan oleh iman kepada Sang Juruselamat.
Inilah yang disebut KABAR BAIK. Kabar yang menggembirakan, hanya melalui bertobat dan percaya saja, tidak melalui amal danibadah.
Kalau semua dosa kita telah diselesaikan berarti kita bisa seenaknya berbuat dosa?! Tidak pembaca, kalau anda telah ber- tobat itu berarti anda menyadari bahwa cara hidup anda yang lalu itu sia-sia bahkan itulah yang telah menyebabkan Yesus menderita dicacimaki, dicambuk, dan digantung di kayu salib. Tegakah seseorang yang telah menyadari bahwa perbuatannya itu telah menyebabkan penderitaan orang yang mengasihinya mengulangi perbuatannya dengan tidak merasa bersalah? Bahkan ketika ucapan kita menyinggung perasaan orang yang sangat mengasihi kita (ayah, ibu, suami, istri, anak), maka kita berusaha untuk tidak mengucapkannya lagi. Seseorang yang bisa dengan leluasa mengulangi dosa-dosanya dengan tidak merasa bersalah adalah orang yang belum bertobat dan belum pecaya kepada Sang Juruselamat. Orang yang telah bertobat dan percaya tetap bisa jatuh ke dalam dosa, namun itu akan menyusahkan hatinya.
INJIL yang artinya KABAR BAIK, itu diperintahkan oleh Sang Juruselamat untuk diberitakan ke seluruh bumi agar semua manusia mendengarnya. Yesus telah menanggung dosa semua manusia. Oleh sebab itu tidak ada masalah bagi bayi yang mati karena dosanya telah ditanggung Yesus. Tetapi bagi yang telah bisa berpikir, telah memiliki kesadaran diri atau akil balik, diperintahkan untuk bertobat dan percaya dengan segenap hati (Mat.4:17, Kis.8:37).
Untuk masuk Surga itu hanya perlu bertobat dan percaya, tidak boleh ditambah dengan siapapun dan apapun. Barang siapa yang menambahkan apapun dan siapapun itu sama dengan tidak percaya dengan segenap hati. Barang siapa yang menambahkan baptisan dan kerajinan beribadah adalah salah. Baptisan, dan kerajinan melayani adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan oleh orang percaya yang telah mendapatkan kepastian masuk Surga. Adalah kesalahan jika seseorang berusaha melakukan semua itu agar bisa masuk Surga. Juga tidak dibenarkan untuk menambahkan dengan percaya kepada siapapun termasuk Maria. Ia adalah manusia biasa yang dipakai untuk melahirkan Roh Allah yang menjadi manusia.
Pembaca, anda telah mendengar INJIL yang dapat memastikan diri anda masuk Surga. Tidak perlu dengan jerih-payah yang diusahakan manusia, melainkan hanya perlu bertobat dan percaya dengan segenap hati kepada Yesus yang diutus Allah. Datang ke gereja untuk bernyanyi mengekspresikan rasa sukacita adalah hal yang sangat indah dan menumbuhkan iman. Menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat Tuhan serta bergiat membantu pelayanan adalah perintah yang harus dilakukan oleh orang yang sudah mendapatkan kepastian masuk Surga. Apalagi kalau bergiat membantu berbagai pelayanan yang berhubungan dengan pemberitaan Injil. Injil perlu didengar oleh sebanyak mungkin manusia. Tetapi ingat, jangan ada orang yang
berpikir untuk masuk Surga dengan perbuatannya. Jangan menyogok Allah dengan amal jariah kita. Segala usaha baik kita itu sampah jika dilihat oleh mata Allah yang maha kudus. Amal kita hanya dapat dibanggakan oleh manusia berdosa yang menyombongkan perbuatannya.
Pembaca telah mendengar INJIL, dan saya telah memberitakannya kepada anda. Bahkan seseorang telah membagikan bacaan ini kepada anda. Anda bisa menolak INJIL ini. Itu berarti anda berkata, "saya tidak membutuhkan anugerah Allah. Seandainya Alkitab salah, melainkan kitab suci lain yang benar, yaitu masuk Surga melalui perbuatan baik manusia, maka orang Kristen juga akan masuk Surga karena perbuatan baik mereka berlimpah-ruah. Tetapi bagaimana kalau Alkitab benar?
Kalau Alkitab benar, maka dengan sedih saya terpaksa memberitahukan bahwa setiap orang yang tidak bertobat serta percaya kepada Sang Juruselamat pasti akan masuk Neraka. Kini keputusan ada di tangan anda. Sebaiknya anda tidak ikut-ikutan dalam beriman, melainkan menyelidiki dan merenungkan tiap-tiap pengajaran yang anda dengar. Hati-hati, jangan sampai setelah di ujung jalan baru berpikir. Saya mohon, jangan mempertaruhkan jiwa anda. Lebih baik katakan kepada Yesus bahwa anda mau bertobat dan mau percaya kepadaNya, mau menerima anugerah Allah yang ditawarkanNya. Katakanlah teman.
DR. Suhento Liauw, dikutip dari: Saya Sudah Memberitahukan Anda
Namun kelihatannya tidak semua manusia mengkaryakan akal budinya secara maksimal. Dengan gampang dapat kita temukan orang-orang yang mempercayai hal-hal yang tidak difahami tanpa disadari bahwa ada resiko dalam mengimani sesuatu, mengingat pernyataan raja Salomo dalam kitab Amsal 14:12
"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
Jika seseorang karena dilahirkan dalam keluarga yang telah beragama tertentu hanya sekedar meneruskan iman leluhurnya, maka sesungguhnya ia telah mengambil resiko tanpa berpikir.
Mungkinkah semua agama menghantar penganutnya ke Surga? Tidak mungkin! Jika A tidak sama dengan B, dan A,
B juga tidak sama dengan C, dan A, B, C tidak sama dengan D, maka hanya ada dua kemungkinan yaitu salah satunya benar atau semuanya salah.
Bahwa hanya satu Allah yang menciptakan alam semesta adalah benar. Tetapi Allah yang satu itu tidak mungkin mengeluarkan firman yang berbeda-beda. Karena ada banyak kitab yang menyatakan diri atau dinyatakan oleh umatnya sebagai firman Allah padahal mereka saling bertentangan, maka akal sehat kita memberitahukan kita bahwa hanya ada dua kemungkinan, yaitu semuanya salah atau salah satunya benar. Oleh sebab fakta di atas, maka baiklah setiap orang memutuskan untuk dirinya, tanpa merasa dipaksa oleh siapapun agar ia ke Surga atau Neraka nanti adalah hasil keputusannya sendiri.
Sangatlah tidak enak untuk mengatakan bahwa seseorang itu bodoh, namun jika ada orang yang tanpa berpikir atau menyelidiki, telah ikut-ikutan menganut sebuah agama, maka orang tersebut dapat dikatakan tidak menjalankan akal-budinya. Adalah wajar jika pembaca bertanya, "apakah perbedaan antara Alkitab dengan kitab-kitab lain yang mengatakan dirinya juga firman Allah?" Jawabnya, bedanya banyak sekali.
1. Alkitab adalah kitab kebenaran sebagaimana ia dituliskan oleh Allah yang maha benar melalui para nabi dan rasul. Tidak ada satu kesalahan pun ditemukan di dalam Alkitab dalam bahasa dan tulisan aslinya. Silakan periksa, kalau menemukan kesalahan kirimkan kepada saya.
2. Alkitab adalah kitab penuntun moral yang tertinggi sebagaimana ia difirmankan oleh Allah yang maha kudus. Hanya di dalam Alkitab ada pengajaran bahwa suami hanya boleh beristri satu dan perempuan hanya boleh bersuami satu. Injil Matius 7:12 mengajarkan: Segala sesuatu yang kamukehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
3. Alkitab adalah kitab nubuatan sebagaimana ia difirmankan oleh Allah yang maha tahu. Bernubuat artinya mengatakan sesuatu yang belum terjadi. Hanya Alkitab sajalah yang menuliskan kejadian dari penciptaan hingga pemusnahan alam semesta. Kalau bukan Allah yang maha tahu, tidak mungkin manusia mengetahui hal-hal yang akan terjadi ratusan bahkan ribuan tahun kemudian.
Sesungguhnya masih ada banyak alasan lagi bagi seseorang untuk mempercayai Alkitab, namun saya kira tiga alasan di atas telah lebih dari cukup untuk memuaskan akal sehat kita.
Apakah Perbedaan Isi Alkitab Dengan Kitab Yang Lain?
Hampir semua kitab lain mengajarkan bahwa jika manusia ingin masuk Surga ia harus berusaha melakukan sesuatu yang baik. Prinsip yang mereka kemukakan ialah bahwa masuk Surga itu bukan hal yang gampang, melainkan hasil perjuangan yang amat berat.
Alkitab mengatakan hal yang sama sekali berbeda, bahkan bertolak belakang. Alkitab mengatakan:
1. Bahwa sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka semua manusia mendapat status sebagai manusia berdosa serta mewarisi sifat cenderung berbuat dosa (Rom.3:10).
2. Bahwa dosa tidak dapat dihapuskan dengan perbuatan baik manusia (amal dan ibadah), melainkan diselesaikan dengan menjalani hukuman (Rom.6:23). Dosa manusia hanya dapat diselesaikan melalui hukuman. Hukuman untuk dosa ialah mati (maut).
3. Bahwa Allah berencana menyelamatkan manusia dengan menjelma menjadi manusia untuk menanggung hukuman dosa manusia. Sebelum rencana itu dilaksanakan, Ia memerintahkan suatu ibadah simbolik, yaitu mengambil seekor domba dan menyembelihnya sebagai domba korban. Artinya, manusia yang berdosa, dombanya sebagai korban untuk menanggung dosa manusia itu. Ibadah itu sendiri tidak menghapuskan dosa, melainkan iman kepada Penyelamat yang akan diutus Allah yang disimbolkan oleh domba itulah yang menghapuskan dosa (I Pet.1:18-19).
4. Alkitab juga memberitahukan bahwa kemudian Yesus (Juruselamat) dilahirkan oleh Roh Allah melalui seorang perawan. Ia adalah pribadi Allah yang menghampakan diri menjadi manusia yang siap menerima hukuman untuk
menggantikan manusia. Itulah sebabnya ia tidak melawan ketika disalibkan. Ia dihukumkan sebagai pengganti semua manusia (Ibr.2:9, I Yoh.2:2)
5. Selanjutnya tidak ada satu orang pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus (Yoh.14:6). Karena ketika seseorang bertobat dan percaya kepadaNya, secara iman dosa orang tersebut telah diperhitungkan Allah tertang- gung kepadaNya yang dihukumkan bagi dosa semua manusia (II Kor 5.23, I Pet 2:23). Setiap manusia yang hidup sebelum penyalibanNya akan masuk Surga kalau mereka percaya kepada Juruselamat yang akan dihukum- kan bagi mereka, dan setiap manusia yang hidup sesudah penyalibanya akan masuk Surga kalau mereka percaya kepada Juruselamat yang telah dihukumkan bagi mereka.
Pembaca yang saya kasihi, inilah INJIL. Banyak orang tidak tahu bahwa arti kata injil itu ialah KABAR BAIK. Kabar baik apa? Kalau masuk Surga itu melalui usaha manusia, kera- jinan beribadah, kesanggupan menahan atau mengekang diri, itu bukan kabar baik. Tetapi kabar bahwa Yesus telah menanggung semua dosa kita, yaitu dosa yang dulu, sekarang dan yang belum kita perbuat, itu barulah sebuah kabar yang baik. Pada saat kita bertobat dan percaya kepadaNya dengan segenap hati maka semua dosa kita diperhitungkan Allah telah tertanggung ke atas diri Yesus yang tersalib. Masuk Surga itu tidak melalui usaha manusia, melainkan oleh iman kepada Sang Juruselamat.
Inilah yang disebut KABAR BAIK. Kabar yang menggembirakan, hanya melalui bertobat dan percaya saja, tidak melalui amal danibadah.
Kalau semua dosa kita telah diselesaikan berarti kita bisa seenaknya berbuat dosa?! Tidak pembaca, kalau anda telah ber- tobat itu berarti anda menyadari bahwa cara hidup anda yang lalu itu sia-sia bahkan itulah yang telah menyebabkan Yesus menderita dicacimaki, dicambuk, dan digantung di kayu salib. Tegakah seseorang yang telah menyadari bahwa perbuatannya itu telah menyebabkan penderitaan orang yang mengasihinya mengulangi perbuatannya dengan tidak merasa bersalah? Bahkan ketika ucapan kita menyinggung perasaan orang yang sangat mengasihi kita (ayah, ibu, suami, istri, anak), maka kita berusaha untuk tidak mengucapkannya lagi. Seseorang yang bisa dengan leluasa mengulangi dosa-dosanya dengan tidak merasa bersalah adalah orang yang belum bertobat dan belum pecaya kepada Sang Juruselamat. Orang yang telah bertobat dan percaya tetap bisa jatuh ke dalam dosa, namun itu akan menyusahkan hatinya.
INJIL yang artinya KABAR BAIK, itu diperintahkan oleh Sang Juruselamat untuk diberitakan ke seluruh bumi agar semua manusia mendengarnya. Yesus telah menanggung dosa semua manusia. Oleh sebab itu tidak ada masalah bagi bayi yang mati karena dosanya telah ditanggung Yesus. Tetapi bagi yang telah bisa berpikir, telah memiliki kesadaran diri atau akil balik, diperintahkan untuk bertobat dan percaya dengan segenap hati (Mat.4:17, Kis.8:37).
Untuk masuk Surga itu hanya perlu bertobat dan percaya, tidak boleh ditambah dengan siapapun dan apapun. Barang siapa yang menambahkan apapun dan siapapun itu sama dengan tidak percaya dengan segenap hati. Barang siapa yang menambahkan baptisan dan kerajinan beribadah adalah salah. Baptisan, dan kerajinan melayani adalah sesuatu yang baik untuk dilakukan oleh orang percaya yang telah mendapatkan kepastian masuk Surga. Adalah kesalahan jika seseorang berusaha melakukan semua itu agar bisa masuk Surga. Juga tidak dibenarkan untuk menambahkan dengan percaya kepada siapapun termasuk Maria. Ia adalah manusia biasa yang dipakai untuk melahirkan Roh Allah yang menjadi manusia.
Pembaca, anda telah mendengar INJIL yang dapat memastikan diri anda masuk Surga. Tidak perlu dengan jerih-payah yang diusahakan manusia, melainkan hanya perlu bertobat dan percaya dengan segenap hati kepada Yesus yang diutus Allah. Datang ke gereja untuk bernyanyi mengekspresikan rasa sukacita adalah hal yang sangat indah dan menumbuhkan iman. Menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat Tuhan serta bergiat membantu pelayanan adalah perintah yang harus dilakukan oleh orang yang sudah mendapatkan kepastian masuk Surga. Apalagi kalau bergiat membantu berbagai pelayanan yang berhubungan dengan pemberitaan Injil. Injil perlu didengar oleh sebanyak mungkin manusia. Tetapi ingat, jangan ada orang yang
berpikir untuk masuk Surga dengan perbuatannya. Jangan menyogok Allah dengan amal jariah kita. Segala usaha baik kita itu sampah jika dilihat oleh mata Allah yang maha kudus. Amal kita hanya dapat dibanggakan oleh manusia berdosa yang menyombongkan perbuatannya.
Pembaca telah mendengar INJIL, dan saya telah memberitakannya kepada anda. Bahkan seseorang telah membagikan bacaan ini kepada anda. Anda bisa menolak INJIL ini. Itu berarti anda berkata, "saya tidak membutuhkan anugerah Allah. Seandainya Alkitab salah, melainkan kitab suci lain yang benar, yaitu masuk Surga melalui perbuatan baik manusia, maka orang Kristen juga akan masuk Surga karena perbuatan baik mereka berlimpah-ruah. Tetapi bagaimana kalau Alkitab benar?
Kalau Alkitab benar, maka dengan sedih saya terpaksa memberitahukan bahwa setiap orang yang tidak bertobat serta percaya kepada Sang Juruselamat pasti akan masuk Neraka. Kini keputusan ada di tangan anda. Sebaiknya anda tidak ikut-ikutan dalam beriman, melainkan menyelidiki dan merenungkan tiap-tiap pengajaran yang anda dengar. Hati-hati, jangan sampai setelah di ujung jalan baru berpikir. Saya mohon, jangan mempertaruhkan jiwa anda. Lebih baik katakan kepada Yesus bahwa anda mau bertobat dan mau percaya kepadaNya, mau menerima anugerah Allah yang ditawarkanNya. Katakanlah teman.
DR. Suhento Liauw, dikutip dari: Saya Sudah Memberitahukan Anda
Labels:
Alkitab dan arkeologi,
hidup kekal,
Injil,
kabar baik,
keselamatan
Jalan Keselamatan
Tahukah anda bahwa hal terpenting dalam kehidupan seseorang justru bukanlah menyangkut kehidupannya saat ini? Ya, itu benar. Hal terpenting dalam kehidupan seseorang adalah tentang kehidupan setelah ini, yaitu apa yang akan terjadi setelah ia meninggal dunia. Mengapa justru hal-hal setelah kematian yang paling penting? Benar, karena manusia hanya menghabiskan waktu kira-kira 60 hingga 80 tahun saja di dunia ini, sedangkan setiap pribadi akan menghabiskan kekekalan di suatu tempat setelah ia mati. Enam puluh hingga delapan puluh tahun itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekekalan. Oleh sebab itulah, keberadaan dirimu pada saat kekekalan itu jauh lebih penting daripada hidupmu hari ini. Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menyelesaikan masalah yang paling penting ini? Tahukah anda ke mana anda akan pergi ketika anda mati? Maukah anda tahu cara pergi ke Surga? Firman Tuhan memberitahukan jalannya bagi kita. Silakan baca terus.
ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA, SURGA, DAN NERAKA
Langkah pertama kepada keselamatan adalah percaya bahwa Allah ada. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa mereka yang tidak mau mengakui keberadaan Allah, tidak dapat berseru kepadaNya (Ibr. 11:6). Seluruh alam semesta sebenarnya menyerukan bahwa ada Allah yang menciptakan. JIka anda menemukan sebuah arloji di atas pasir di pinggir pantai, apa yang akan terlintas di benak anda? Apakah arloji tersebut hadir dengan sendirinya, melalui berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun sapuan gelombang terhadap unsur-unsur hara dalam pasir? Tentu tidak, anda akan berpikir bahwa ada seseorang yang membuat arloji tersebut, dan ada yang meninggalkannya di situ. Sebenarnya, alam semesta kita jauh lebih kompleks, lebih tertata, lebih indah, dan penuh tujuan dibandingkan sebuah arloji Seluruh dunia, tubuh manusia yang penuh pesona, hukum-hukum Fisika, semuanya menunjuk kepada seorang Desainer Agung. Dan Desainer itu adalah Allah.
Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia. Artinya, Allah memiliki otoritas atas manusia. Manusia wajib hidup menurut aturan Tuhan, dan bahkan segala sesuatu di alam semesta ini haruslah demikian, karena Allah adalah Pencipta yang Berdaulat. Surga juga adalah ciptaan Allah. Surga digambarkan sebagai tempat kediaman Allah, tetapi bukanlah berarti Allah tinggal di suatu tempat seperti manusia, tetapi Surga adalah tempat di mana kehadiran dan kemuliaan Tuhan paling nyata. Oleh sebab itu, untuk masuk Surga kita harus mengikuti instruksi Tuhan, bukan kehendak atau keinginan manusia.
PENGHALANG MASUK SURGA: DOSA
Ketika Allah pertama kali menciptakan manusia, Ia menamai manusia pertama itu Adam, dan istrinya Hawa. Mereka diciptakan sempurna dan suci. Adam dan Hawa tidak ada masalah bersekutu dengan Allah pada waktu itu. Tetapi semuanya berubah tidak lama setelah mereka diciptakan. Mereka berdosa. Sejak Adam dan Hawa berdosa, mereka tidak dapat lagi mendekati dan bersekutu dengan Allah sebagaimana sewaktu mereka masih kudus. Allah adalah kudus, dan karena itu tidak dapat didekati oleh makhluk yang penuh dosa. Jadi kita lihat di sini bahwa penghalang kepada Allah adalah dosa. Seorang laki-laki atau perempuan yang berdosa, tidak dapat masuk Surga karena Allah pemilik Surga adalah maha kudus, dan tidak dapat mentolerir dosa.
Bukan saja si orang berdosa tidak dapat masuk surga, ia bahkan harus masuk neraka. Neraka adalah ciptaan Allah juga, tetapi pada awalnya tidak dimaksudkan untuk manusia. Allah menciptakan neraka untuk menghukum malaikat yang memberontak, yang disebut setan atau iblis (Mat. 25:41). Namun demikian, setiap orang yang telah melakukan dosa, harus dihukum di neraka karena dosa-dosanya (Roma 6:23).
SEMUA MANUSIA BERDOSA
Jadi, setiap orang berdosa berada di bawah hukuman kematian dan neraka. Sebelum seseorang dapat diselamatkan, ia harus sadar dulu bahwa ia orang berdosa. Allah telah mengumumkan bahwa semua manusia di dunia ini adalah orang berdosa (Rom. 3:23). Suka atau tidak suka, anda adalah orang berdosa juga. Orang berdosa bukanlah jabatan hanya bagi mereka yang merampok bank, yang membunuh, atau yang berzinah. Seorang berdosa adalah ia yang telah melanggar satu saja dari hukum Allah. Seseorang sudah dapat disebut pembunuh jika ia membunuh satu orang. Seseorang sudah dapat disebut perampok bank jika ia sudah merampok satu bank, tidak perlu menunggu hingga ia merampok 10 bank. Demikian juga, orang berdosa adalah orang yang telah melakukan dosa sekecil apapun, bukan menunggu dosanya extra banyak. Namun demikian, jika kita jujur, toh setiap dari kita memiliki dosa yang teramat banyak. Allah berkata bahwa melanggar satu hukumNya, sama fatalnya dengan melanggar seluruh hukum itu (Yak. 2:10).
SOLUSI BAGI DOSA
Hanya ada satu solusi untuk dosa. Karena Allah adalah maha kudus dan suci, Ia tidak dapat menutup sebelah mata terhadap dosa. Ia juga tidak dapat mencabut kembali FirmanNya bahwa dosa harus dihukum dengan kematian. Allah tidak dapat membiarkan dosa begitu saja.
Banyak orang yang telah mencoba menyelesaikan dosa dengan berbagai cara. Cara manusia menyelesaikan dosa adalah dengan mencoba menyenangkan Allah menggunakan perbuatan baik, atau ritual-ritual, atau menyiksa diri sendiri. Semua hal ini tidak cukup baik bagi Allah, karena perbuatan baik tidak mungkin dapat menghilangkan hukum Allah bahwa dosa harus dihukum (Yesaya 64:6). Jadi, satu-satunya cara menyelesaikan dosa adalah melalui penghukuman.
Ketika seolah-olah keadaannya tanpa pengharapan, dan seluruh umat manusia akan masuk neraka, Allah memberikan jalan keselamatan. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan manusia dan mengembalikan hubungan yang sudah rusak itu. Semua usaha manusia tidak mencukupi.
Jalan keselamatan dari Allah tidak dapat berlawanan dengan aturanNya sendiri dan sifatNya sendiri. Allah masih tetapi maha kudus dan maha adil, namun juga maha kasih. Jadi, Allah mengutus diriNya sendiri, yaitu Yesus Kristus, untuk dilahirkan dari seorang perempuan perawan, dan menjadi manusia, Allah-manusia, dan tinggal bersama-sama manusia. Hal ini terjadi pada abad pertama. Yesus, sang Allah-manusia, berjalan di muka bumi ini dan menjalani kehidupan yang tidak berdosa, karena Ia adalah Allah. Ia melakukan berbagai mujizat yang membuktikan keilahianNya.
Setelah beberapa waktu, Yesus lalu menyerahkan diriNya untuk disalib. Banyak orang yang iri kepadaNya, dan dengan senang membunuhNya. Ia tidak melawan, karena Ia memang datang ke dunia dengan tujuan untuk menyerahkan nyawaNya. Ketika Ia mati di atas kayu salib, bukan saja Ia mati secara fisik, tetapi seluruh murka Allah terhadap dosa seisi dunia dicurahkan pada diriNya (Yesaya 53:3-6). Di sanalah, di atas salib, Yesus mengambil penghukuman atas dosa seluruh dunia, dan meletakkannya pada diriNya sendiri (1 Yoh. 2:2).
JALAN KESELAMATAN
Yesus telah mati pada kayu salib untuk seluruh dunia. PengorbananNya akan diriNya sendiri berkenan dan diterima oleh Allah. Jadi, jalan keselamatan untuk manusia telah selesai. Yesus berteriak dari salib, "Sudah selesai," mengacu pada jalan ke surga bagi manusia (Yohanes 19:30).
Kini, Allah menuntut, bahwa barangsiapa hendak diselamatkan, maka ia harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya pada Yesus Kristus. Ia harus mengakui dirinya sebagai orang berdosa, setuju dengan Allah tentang status dosa-dosanya, dan ia harus berseru pada Yesus untuk menyelamatkannya (Roma 10:13). Jika ada orang yang melakukan hal ini, Yesus akan menyelamatkannya, dan pengorbanan Yesus di kayu salib akan dihitungkan bagi orang yang bertobat dan percaya tersebut. Kebenaran Yesus akan ditaruh pada dirinya, dan ia akan memiliki hidup yang kekal (Yoh. 3:16; 1 Yoh. 5:13).
KEPUTUSAN
Teman, hari ini anda bisa mendapatkan keselamatan. Hal yang paling penting dan paling berharga dalam hidup ini dapat menjadi milik anda. Tetapi engkau harus bertobat dari dosa-dosamu, dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadimu. Mengapa tidak melakukan itu hari ini dan saat ini? Tundukkanlah kepalamu dan berdoalah kepada Yesus, mengaku akan kondisimu sebagai orang berdosa, dan terimalah anugerah keselamatan dariNya yang cuma-cuma.
sumber: http://www.graphe-ministry.org/bahasa/keselamatan.html
ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA, SURGA, DAN NERAKA
Langkah pertama kepada keselamatan adalah percaya bahwa Allah ada. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa mereka yang tidak mau mengakui keberadaan Allah, tidak dapat berseru kepadaNya (Ibr. 11:6). Seluruh alam semesta sebenarnya menyerukan bahwa ada Allah yang menciptakan. JIka anda menemukan sebuah arloji di atas pasir di pinggir pantai, apa yang akan terlintas di benak anda? Apakah arloji tersebut hadir dengan sendirinya, melalui berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun sapuan gelombang terhadap unsur-unsur hara dalam pasir? Tentu tidak, anda akan berpikir bahwa ada seseorang yang membuat arloji tersebut, dan ada yang meninggalkannya di situ. Sebenarnya, alam semesta kita jauh lebih kompleks, lebih tertata, lebih indah, dan penuh tujuan dibandingkan sebuah arloji Seluruh dunia, tubuh manusia yang penuh pesona, hukum-hukum Fisika, semuanya menunjuk kepada seorang Desainer Agung. Dan Desainer itu adalah Allah.
Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia. Artinya, Allah memiliki otoritas atas manusia. Manusia wajib hidup menurut aturan Tuhan, dan bahkan segala sesuatu di alam semesta ini haruslah demikian, karena Allah adalah Pencipta yang Berdaulat. Surga juga adalah ciptaan Allah. Surga digambarkan sebagai tempat kediaman Allah, tetapi bukanlah berarti Allah tinggal di suatu tempat seperti manusia, tetapi Surga adalah tempat di mana kehadiran dan kemuliaan Tuhan paling nyata. Oleh sebab itu, untuk masuk Surga kita harus mengikuti instruksi Tuhan, bukan kehendak atau keinginan manusia.
PENGHALANG MASUK SURGA: DOSA
Ketika Allah pertama kali menciptakan manusia, Ia menamai manusia pertama itu Adam, dan istrinya Hawa. Mereka diciptakan sempurna dan suci. Adam dan Hawa tidak ada masalah bersekutu dengan Allah pada waktu itu. Tetapi semuanya berubah tidak lama setelah mereka diciptakan. Mereka berdosa. Sejak Adam dan Hawa berdosa, mereka tidak dapat lagi mendekati dan bersekutu dengan Allah sebagaimana sewaktu mereka masih kudus. Allah adalah kudus, dan karena itu tidak dapat didekati oleh makhluk yang penuh dosa. Jadi kita lihat di sini bahwa penghalang kepada Allah adalah dosa. Seorang laki-laki atau perempuan yang berdosa, tidak dapat masuk Surga karena Allah pemilik Surga adalah maha kudus, dan tidak dapat mentolerir dosa.
Bukan saja si orang berdosa tidak dapat masuk surga, ia bahkan harus masuk neraka. Neraka adalah ciptaan Allah juga, tetapi pada awalnya tidak dimaksudkan untuk manusia. Allah menciptakan neraka untuk menghukum malaikat yang memberontak, yang disebut setan atau iblis (Mat. 25:41). Namun demikian, setiap orang yang telah melakukan dosa, harus dihukum di neraka karena dosa-dosanya (Roma 6:23).
SEMUA MANUSIA BERDOSA
Jadi, setiap orang berdosa berada di bawah hukuman kematian dan neraka. Sebelum seseorang dapat diselamatkan, ia harus sadar dulu bahwa ia orang berdosa. Allah telah mengumumkan bahwa semua manusia di dunia ini adalah orang berdosa (Rom. 3:23). Suka atau tidak suka, anda adalah orang berdosa juga. Orang berdosa bukanlah jabatan hanya bagi mereka yang merampok bank, yang membunuh, atau yang berzinah. Seorang berdosa adalah ia yang telah melanggar satu saja dari hukum Allah. Seseorang sudah dapat disebut pembunuh jika ia membunuh satu orang. Seseorang sudah dapat disebut perampok bank jika ia sudah merampok satu bank, tidak perlu menunggu hingga ia merampok 10 bank. Demikian juga, orang berdosa adalah orang yang telah melakukan dosa sekecil apapun, bukan menunggu dosanya extra banyak. Namun demikian, jika kita jujur, toh setiap dari kita memiliki dosa yang teramat banyak. Allah berkata bahwa melanggar satu hukumNya, sama fatalnya dengan melanggar seluruh hukum itu (Yak. 2:10).
SOLUSI BAGI DOSA
Hanya ada satu solusi untuk dosa. Karena Allah adalah maha kudus dan suci, Ia tidak dapat menutup sebelah mata terhadap dosa. Ia juga tidak dapat mencabut kembali FirmanNya bahwa dosa harus dihukum dengan kematian. Allah tidak dapat membiarkan dosa begitu saja.
Banyak orang yang telah mencoba menyelesaikan dosa dengan berbagai cara. Cara manusia menyelesaikan dosa adalah dengan mencoba menyenangkan Allah menggunakan perbuatan baik, atau ritual-ritual, atau menyiksa diri sendiri. Semua hal ini tidak cukup baik bagi Allah, karena perbuatan baik tidak mungkin dapat menghilangkan hukum Allah bahwa dosa harus dihukum (Yesaya 64:6). Jadi, satu-satunya cara menyelesaikan dosa adalah melalui penghukuman.
Ketika seolah-olah keadaannya tanpa pengharapan, dan seluruh umat manusia akan masuk neraka, Allah memberikan jalan keselamatan. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan manusia dan mengembalikan hubungan yang sudah rusak itu. Semua usaha manusia tidak mencukupi.
Jalan keselamatan dari Allah tidak dapat berlawanan dengan aturanNya sendiri dan sifatNya sendiri. Allah masih tetapi maha kudus dan maha adil, namun juga maha kasih. Jadi, Allah mengutus diriNya sendiri, yaitu Yesus Kristus, untuk dilahirkan dari seorang perempuan perawan, dan menjadi manusia, Allah-manusia, dan tinggal bersama-sama manusia. Hal ini terjadi pada abad pertama. Yesus, sang Allah-manusia, berjalan di muka bumi ini dan menjalani kehidupan yang tidak berdosa, karena Ia adalah Allah. Ia melakukan berbagai mujizat yang membuktikan keilahianNya.
Setelah beberapa waktu, Yesus lalu menyerahkan diriNya untuk disalib. Banyak orang yang iri kepadaNya, dan dengan senang membunuhNya. Ia tidak melawan, karena Ia memang datang ke dunia dengan tujuan untuk menyerahkan nyawaNya. Ketika Ia mati di atas kayu salib, bukan saja Ia mati secara fisik, tetapi seluruh murka Allah terhadap dosa seisi dunia dicurahkan pada diriNya (Yesaya 53:3-6). Di sanalah, di atas salib, Yesus mengambil penghukuman atas dosa seluruh dunia, dan meletakkannya pada diriNya sendiri (1 Yoh. 2:2).
JALAN KESELAMATAN
Yesus telah mati pada kayu salib untuk seluruh dunia. PengorbananNya akan diriNya sendiri berkenan dan diterima oleh Allah. Jadi, jalan keselamatan untuk manusia telah selesai. Yesus berteriak dari salib, "Sudah selesai," mengacu pada jalan ke surga bagi manusia (Yohanes 19:30).
Kini, Allah menuntut, bahwa barangsiapa hendak diselamatkan, maka ia harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya pada Yesus Kristus. Ia harus mengakui dirinya sebagai orang berdosa, setuju dengan Allah tentang status dosa-dosanya, dan ia harus berseru pada Yesus untuk menyelamatkannya (Roma 10:13). Jika ada orang yang melakukan hal ini, Yesus akan menyelamatkannya, dan pengorbanan Yesus di kayu salib akan dihitungkan bagi orang yang bertobat dan percaya tersebut. Kebenaran Yesus akan ditaruh pada dirinya, dan ia akan memiliki hidup yang kekal (Yoh. 3:16; 1 Yoh. 5:13).
KEPUTUSAN
Teman, hari ini anda bisa mendapatkan keselamatan. Hal yang paling penting dan paling berharga dalam hidup ini dapat menjadi milik anda. Tetapi engkau harus bertobat dari dosa-dosamu, dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadimu. Mengapa tidak melakukan itu hari ini dan saat ini? Tundukkanlah kepalamu dan berdoalah kepada Yesus, mengaku akan kondisimu sebagai orang berdosa, dan terimalah anugerah keselamatan dariNya yang cuma-cuma.
sumber: http://www.graphe-ministry.org/bahasa/keselamatan.html
Labels:
bertobat,
dosa,
kematian Yesus,
keselamatan,
neraka,
ritual,
surga
Subscribe to:
Posts (Atom)
